Halaman terkuat di muka bumi

Minggu, 20 September 2020

Beneran novel? Resensi part05 - Mariposa

(Masih di pengalamanku kelas X) Akhirnya, jam pulang tiba di jam setengah 4 sore, dan saya tanya pacarku (*yang masih ngehalu) "kamu mau pulang sama aku, tak?". Ia pun mengangguk. Saya dapat kesempatan yang tidak terkira.

Ku cuma punya satu helm dan konon katanya tepat sebelum memasuki lapangan Joeang Juba, ada polisi yang selalu merazia siswa-siswi SMA maupun SMK, biasanya bukan helm yang diminta, tapi SIM, STNK dan KTP juga diamankan plus yang terbukti salah kena denda 150ribu ke Samsat yang jauh dari Juba, tepatnya di rambah sono.


Akhirnya gadis itu, Nurmay duduk nyaman denganku di motor Mio merahku edisi 2008 lalu (padahal itu, titip mamaku untuk kendara ke sekolah saja). Jam 4 kurang, ku mendengar suara azan ashar berkumandang, pas melewati simpang jalan toko Yamaha Alfa Scorpii itu. Untungnya ada jalan tikus, terus menuju jalan Garuda ujung dari arah simpang Siabu dan sungai Rokan itu.

Cukup ramai sedari tadi dari simpang Yamaha itu, depot rumah estung tung itu di simpang empat itu, ku lurus menuju yang sepertinya kukenal gadis imut itu di koperasi tadi siang, tinggal di sebuah ruko bernama Misti Taylor. Sekarang cukup ramai kendaraan didominasi motor bebek dan motor gede di belakang lapangan Joeang Juba dan SDN 1 Juba itu.

Daripada saya jenuh karena keramaian seperti semut antre BLT itu, saya bilang ke Nurmay, "kamu kenal gadis koperasi itu? Dia imut sekali, tingginya mungkin tak sampai semeter". Nurmay pun ketawa hebat, "ya ampun, gadis koperasi itu, tingginya semeter. Mang nya pernah ngukur?". Ku bilang, "yes, yeah. So, so. saya pernah ojo dibandingke dengan penggaris guru MTK itu. Saya lihat semeter itu tingginya hampir kepalanya nongol di papan white board. Saya kira-kira tingginya si gadis imut itu samalah dengan penggaris kayu itu".

Ia pun masih ketawa-ketiwi mendengar perkataan saya (sambil meneteskan airmatanya, "ya, ampun. Arin kusayang? Emangnya gadis dari koperasi itu Hobbit. Macam Daus mini atau Ucok baba, kalo semeter itu tingginya sama dengan motormu yang kunaiki. Mungkin kamu salah kira kali. Saya kira tingginya satu setengah".

Ku menyela, "hah, ada-ada saja kamu Nurmay sayang. Udahlah change topik kuy. Kita sampai di simpang Garuda, tuh sudah sampai di depan rumah Reski, teman sekelas kita. Tingginya jangkung, hampir 2 meter, setinggi truk molen lewat. Oh, ya siapa ya guru bahasa Arab kita?".

Ia pun jawab, "ehm siapa ya. Masih muda, kachak. Sepertinya alumni dari pesantren atau STAI di jowo sono. Hmm siapa ya". Ku bilang juga, "ya, mungkin hari Jumat nanti kita ketemu bapak itu. Ngomong-ngomong bahasa Arab susah tak ya?". Ia pun jawab,"ehm, mungkin. Si so, literally".

Akhirnya hampir jam 4 kurang sampai di masjid besar di tepian sungai Rokan, lalu lewat kolong jembatan, kemudian sampailah beberapa kilometer di rumah Nurmay Astuti, ada masjid lagi di tepian sungai Rokan yang lain. Ada masjid besar yang baru dibangun, sedajahnya aja masih sederhana, tapi sialnya sudah salam semuanya jamaah masjid besar sana. Ku langsung ambil wudhu dan sholat ashar yang sudah lewat cukup lama.

Ku terus, ikuti tepian sungai Rokan, tapi sepertinya jalan buntu hanya disisi lain jalan kecil sebesar motor, ku ikuti. Itu sepertinya jalan perkampungan kecil, tidak ada sungai lagi selain parit kecil dan jalan setapak yang masih berbatu. Jalan semakin tidak menentu dan ada beberapa kelokan cukup tajam, lalu dikelilingi berbagai pohon palem, pohon sawit dan pohon kelapa yang sewaktu-waktu jatuh kelapa yang hampir busuk (sebenarnya sudah tua).

Ku hampir putus asa, karena jalan itu hampir membuatku sesat hampir 4 kilo jauhnya. Ada parit cukup besar, lalu ada tanjakan, lalu jalan yang cukup rata di pendakian dan ada berbagai rumah-rumah disana. Kemudian saya ikuti jalan itu, terus keatas sampai motor Mio saya hampir terjungkal, lalu sampailah jalan tanah cukup besar. Ternyata sampailah di rumah ibu Ita Iti. Ku kedepan lagi ketemu rumah kak Rina yang buntung tangan kirinya dan masih kelas XII IPS 1 itu, lalu sampailah di rumah Atuk nya kak Rina, lalu belok kanan sampai di rumah pak haji Ibul yang merupakan keluarga Sultan di pihak mamaku, dan ia toke sawit ditanam seluruh rambah Samo, tandun dan pendalian V koto.

Terus didepan ada simpang jalan cukup besar dan bercampur antara aspal dan debu-debu kerikil jalan dan sampaikan simpang Paniki dan sampailah di toko Yamaha Alfa Scorpii itu. Ku berkendara lagi dengan hati yang riang, ternyata di parit yang sangat besar dan dalam itu di sebelah kiri ku ada pembangunan besar-besaran. Ada rumah sakit internasional mau masuk di kecamatan Juba itu, namanya RS awal Bros turunan dari Pekanbaru, Batak, Batam dan Jakarta bukan Raya tapi cenderung ke Tangerang Selatan kota.

Di sebelah kanan ku ada tempat pitstop truk Fuso angkut pasir di sungai Rokan itu yang tadi sempat saya lihat bersama pacarku walaupun sedikit ku ngehalu, namanya Pete Rodas dan disampingnya ada rumah makan cepat saji CFC namanya dan ada permainan sejenis Timezone tapi lebih murah dari zone 2000 itu, konon katanya selain tempat geser koin berkereta ada boneka capit machine, ada food sliding machine dan yang terpopuler di lantai dua ada permainan tangkap ikan.

Tapi sialnya di program Transmedia setiap tengah malam ada aksi kriminal mengalahkan siri telusur dan ragam perkara di TV one Viva media, siri 86 di NET Mediatama, siri CSI aka catatan seputar investigasi di RTV makin cakep. Itu namanya the police jam 11 malam dan DPO aka rekonstruksi jam 1 dinihari di trans7 selain masih di Dunia laen masih eksis eksisnya di TransTV saingan tv lain tapi satu korporasi Transmedia namanya, tapi bedanya trans 7 punyanya CT dan TransTV punyanya pak Chaerul Tanjung.

Ku pernah nonton TV itu ditemani Atuk beberapa hari itu, untuk tenangi hatiku yang bersedih. Tapi saya harus nurut Atuk, papanya mamaku kalau Atuk bosan, bolehlah Atuk kasih nonton TV aksi Hollywood di tivi Malaysia 5 dan 7. Atau nonton TV Mega drama asia alias film Hongkong di Indosiar juga di TV TPI dan MNC TV punyanya HT. Sampailah saya beberapa menit kemudian di Capella Honda dan simpang gang itu rumahku impianku (padahal itu rumah nenekku, ibunya mamaku).

Ku di dunia nyata lagi (belasan bulan berlalu) dan ku kaget setengah mati melewati sederetan rumah yang lebih creepy dari rumah kak Hilda dan ada pekuburan tepat kulalui saat ini (ku tak tahu kuburan apa, kecil amat bentuknya).




RESENSI NOVEL MARIPOSA Akhirnyee

   Semua itu kejadian setelah melewati rumah kak Hilda, rumah birunya berasa dunia lain (jurit malamnya Transmedia sejak 2002) dan pekuburan kucing atau A*Jing setelah di rumah serem samping rumah kak Hilda. Di saat aku ingin main bola di kantor camat, tiba-tiba aku kepikiran tetangga di depan rumahku, dialah kak Hilda sepertinya primadona gadis SMA di sekolahku. Dia sepertinya mempunyai dua adik kandung yang cantik dan cakep. Si Rasya yang baru kelas 6 SD, 1 tahun lebih tua dari adikku Dillah yang sudah masuk Mts negeri tandun-juba di kampung Jerman timur (jeruk manis timur). Yang satunya cakep namanya Rayes kelas 1 SD, 1tahun lebih tua dari adik bungsu ku Faiyuz dan kebetulan sekolah di SD negeri yang sama SDN 006 Juba, kampung tobong bata.



Daripada diriku terasa gundah gulana tak karuan, ku tutup mataku, pejamkan dan memikirkan sesuatu.



Kuingat hari ketiga sekolah masih dibulan 7 tahun 2011. Kala itu, subuh-subuh saya rajin shalat subuh di masjidnya pak RT. Kusebut itu karena pak RT yang tinggal di GOR bulutangkis yang baru dibangun itu samping masjid itu, sering donasikan bantuan pembangunan masjid di tahun 90an pas pak RT berusia 30tahunan, sekarang dah masuk kepala 5.



Jam 5 subuh shalat berjamaah dan selesailah shalat dan zikir pagi subuh sampai jam setengah 6. Ku kerumah hampir jam 6 karena lapar dan kedinginan karena angin yang menusuk tubuhku semakin terasa sakit tak tertahankan seolah suhu di Juba berubah 180 derajat kadang 31 derajat Celsius di siang bolong, kadang suhunya bisa anjlok 13 derajat Celsius kaya di puncak-puncak Ciawi sana.



Jam 6 saya laper dan duduk tenang makan nasi goreng plus mie instan ada ayam goreng, ada ayam gulai. Tapi nenekku bilang makan jangan gelojo dan jam 6 lewat 10 menit selesailah makan ditemani etik Lia yang akan mau kerja di bank dekat dari SMPN satu Juba kampung manggis itu.



Jam 6 lewat 29 menit ku bawakan baju SMP itu dan beberapa yang dibawa seperti atribut MOS ada batok kelapa warga vrindavan ada banyak tapi rafia seperti atribut rumbai-rumbai orang ne*go pa*ua itu. Jam 6 lewat 40 menit akhirnya saya bisa bawa motorku setelah dipanaskan mesinnya sama mamaku dan papa tadi sudah antar adik-adikku sekolah di tempat yang sama di SDN 006 Juba kampung syuhada tobong bata itu.



Ku sampai di sekolah jam 7 kurang dan seperti biasanya MOS di hari ketiga sungguh diluar nurul fikri. MOS hari pertama dan kedua waktu itu perkenalan singkat di sanggar seni dekat lapangan upacara, lalu ditempatkan di kelas-kelas sambil pakai yang rumbai-rumbai menutupi celana SMP saya itu. Tadi saya bawa baju olahraga untuk jaga-jaga dan ternyata benar semuanya yang kelas X pakai baju olahraga.



Ku bisa ganti baju olahraga tapi jauhnya bukan main. Kelasku di X lima juga jauh dekat lapangan futsal dan basket satu ruangan dan saya harus ke kamar mandi mushalla untuk ganti baju SMP saya dengan baju olahraga. Baru saja saya sampai di kamar mandi mushalla Nurul Fatah itu, sudah bunyi bel. Mau gak mau saya harus secepatnya ganti pakaian itu dan selesailah saya ganti baju olahraga dan baju SMP saya yang belum saya lipat rapih saya langsung bawa ke kelasku dan langsung taruh ke tas selempang hitamku.



Ku datang sedikit terlambat, sudah jam 7 lewat 7 menit dan saya langsung pakaikan yang rumbai-rumbai juga batok kelapa berbendera+91 itu. Kini kegiatan di jam 7 lewat 10 menit ialah yel-yel dari 10 kelompok yang ada. Mulai dari tim +62 dan +65 menyajikan acara.



Seperti di dream box kak densu aka Denny Sumargo dan Anom aka Ananda Omesh kalo yel-yel tersebut selalu datangnya dadakan. Sampailah di tim +91 tiba-tiba kesampaian yel-yel dipadukan dengan lagu iwak peyek trio macan tersebut dengan sedikit improvisasi.



Seperti ini gayanya.



Sepuluh lima, spuluh 5, kelas Sapada Warbiyazah. Ini cakep itu comel kita-kita mempesona. From Jakarta and Makassar kita semua bersaudara. Oo oo oo oh uwo uwo uwo uwo oo oo oo oh iwa iwaK iwak peyek. iwaK peyek, iwak peyek asalnya dari Madura. Nasi jagung, sambal pecah ada di kampung Sukadamai. Sungai Rokan, Suramadu ada di X lima. Dedek Nurmay, akang Ridwan wong jowo from Sukadamai. Oo oo oo oh, oo oo oo uwo uwo oo oh



Sungguh lagu penyemangat dan penghilang suntuk tadi dinyanyikan oleh saya dan dibantu MJ dan beberapa teman di X lima walaupun cuma 5 menit dari jam setengah 8 sampai 7 lewat 36 menit.



Ku mendengar suara yang heboh ternyata ialah Fatimeh yang saya baru kenal ternyata ia gadis Luben jauh dari kampung durian sebatang sampai keujung sungai Rokan itu bilang, "duh, bisa-bisanya tuh budak mengimpruv lagu iwak peyek trio macan itu. Sungguh langkah yang berani". Ia pun juga berbisik kepada MJ juga dan teman-temannya disekitarnya.



Banyak yang riuh di kelompokku dan datanglah penampilan terakhir dari yang berbatok kelapa berbendera+974 itu yang coming soon sedekade lagi jadi tuan rumah pildun bola pertama di Ashiap barat daya dan kedua setelah ashiap timur tapi dulunya tuan rumah bersama pildun bola sedekade lalu.



Lagunya sungguh mengguncang dari X tujuh.



tabrak tabrak masuk, bukan budaya Smansa Juba. Meski jauh jarak pandang, mengamuk janganlah coba. Kita ciptakan lirik bit. Kita tak berpikiran sempit. Berdiri tegak walaupun sulit. Sama guru haruslah pamit. Oke gas, No ngegas. Tamboh duo Torang gass



Sungguh dikira akan membosankan tapi sangatlah berkesan seolah yang rumbai-rumbai tidak ada rasa malunya. Entah kenapa saya dari tadi tanganku menggenggam erat tangan Nurmay Astuti seolah dalam cerita Galih dan Ratna ibarat genzet diskoria nyanyi lagu Chrisye Ingin ku kembali ke masa remaja, Serasa Galih dan Ratna, Yang kumau kau untukku, meskipun kau tak rindu, Engkau aku suka



Entah kenapa aku nyatakan perasaanku pada sosok gadis Sukadamai itu dan ia pun tertarik menyukaiku dan kita berdua saling menjalin cinta yang tiada duanya. Harap-harap jangan seperti lagu MDE yang dulunya berkesan sekarang bobrok karena lirik ini



Surga itu kamu, Duniaku penuh kamu, Kita bikin mesra (kita bikin mesra), Sampai tubuh panas, hati dingin (hati belumdingin)Karena terlalu dewasa sampai sampai Ulfah MJ harus menengok tingkah lakuku yang semakin hari panas dingin dan sebagai ABG 15 tahun yang  terlalu dewasa takutnya nanti macam kocheng birahi.
https://www.google.com/policies/privacy
.


 Mariposa = apkh maria-posanova, ato marilah berposa lagaknya anak sultan. ato  tokoh itu sendiri bukan nama anak tunangannya
                                                                  MariPosa

NOVEL MARIPOSA
Judul Buku          : Mariposa
Penulis                : LulukHidayatulFajriyah
Penerbit              : Coconut Book
Kota Terbit         : JawaBarat
Tahun Terbit       : 2018
Jumlah Halaman : 482
Film                    : akan dirilis semoga cepat 3 tahun setelah terbit buku ini
Latar Belakang penulis :
Luluk HF merupakan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang yang lahir pada 14 Juni 1995. Sejak kelas X (sepuluh) SMA Luluk memiliki hobi berimajinasi lalu dituangkan dalam sebuah tulisan. Pada mulanya Luluk menulis imajinasinya pada blog pribadi hingga pada akhornya Luluk memutuskan untuk menulis di Wattpad setelah aplikasi tersebut booming. Luluk mendapatkan respon positif dari pembaca sehingga menambah semangat Lu;ul untuk terus menulis. Mariposa merupakan salah satu karangan Luluk yang berhasil memecahkan rekor novel dengan jumlah pembaca terbanyak , Mariposa telah dibaca lebih dari 60 juta kali di Wattpad dan novel yang telah diterbitkan meraih national best seller.
Sinopsis :
          Mariposa menceritakan kisah Acha gadis ajaib berparas cantik seperti bidadari dan Iqbal berhati dingin dengan hidup monotonnya.  Kisah ini berawal dari perjuangan Acha unruk mendapatkan hati Iqbal. Acha tidak pernah gentar meruntuhkan dingin dan kokohnya tembok pertahanan hati Iqbal yang belum pernah disinggahi perepmpuan mana pun. Sikap dingin dan penolakan Iqbal berkali-kali tidak membuat Acha menyerah. Bagi Acha selama Iqbal masih berwujud manusia, selama Iqbal tidak berubah wujud menjadi sapi terbang, Acha akan terus berjuang.
          Pada suatu saat Iqbal telah membuat Acha menyerah dan menerima cinta tulus dari Juna sang ketua OSIS. Namun , Iqbal ternyata menyimpan rasa terhadap Acha sehingga Iqbal mencegah Acha agar tidak menerima cinta dari Juna. Acha sangat senang mendengrakan itu karena jujur Acha tidak tidak menyimpan rasa sedikitpun terhadap Juna. Pada akhirnya Acha dan Iqbal menjadi sepasang kekasih, walaupun Acha sudah berhasil mendapatkan hati Iqbal, Iqbal tetap dingin terhadap Acha. Acha tetap sabar karena Iqbal dapat membuktikan keseriusannya.
          Kini Acha dan Iqbal telah menduduki bangku kelas dua belas. Iqbal berencana kuliah diluar negeri, namun rencana tersebut Iqbal urungkan karena terdapat beberapa factor dan akhirnya Iqbal memutuskan kuliah di Indonesia bersama Acha. Hubungan Acha dan Iqbal terus berlanjut hingga mereka lulus SMA, walaupun terdapat beberapa rintangan yang telah mereka hadapi.
Keunggulan buku : Covernya lengkap karena ada nama penulis, dan tempat terbitnya , ceritanya menarik karena ada ada pengenalan, sederhana, gaya bahasanya mudah dipahami.

Kelemahan buku : Pembaca kurang mendapatkan informasi mengenai tokoh-tokoh dibuku novel ini. Konflik bukunya lebih menonjol dibandingkan dengan karakter tokoh dalam buku novel ini.

tokoh dalam buku novel ini. >>> TheSaints sepertinyee terkena demam degradasi, padahal nggak degradasi pula. Itu  terjadi
terjadi di era 96' dimana the Saints mampu menggulingkan the cityzens di fase knock-out. Dimana skor sangat sama terjadi di peringkat 15-18 dengan mengoleksi masing-masing 38 point. Cukup banyak. 20thn kemudian tepatnya di tahun 2016 and. Secara mengejutkan, the Saints mampu masuk zona UEL, di 2017 the Saints hampir masuk zona UEL termasuk the clarets di musim 2018, di 2018 the Saints hampir terperosok ke degradasi lagi setelah menang dramatis lawan team entah manakah, and hampir dikejar the Swans dan the bagpies yang on fire. Kini di 2019 the clarets dan the Saints kini berjuang habis-habisan siapa yang lilol dari lubang degradasi.
 ini adlh logo sahadjaa - TheSaints
 <<< dubber tokoh ini : roh emil sala, 
>>> roh nya TheSaints (kiri)
karakter tokoh ini terjadi >>> Because the Bluebirds sedang on fire memburu kemenangan langsung berkat roh Emil Sala.
Akan I lakukan dalam bahasan singkat dahulu sebelum lanjut ke step selanjutnya nantinya - Emil Sala 
 
 
 









Latest Trading Lesson From Nial Fuller ...

How to Bounce Back After a Losing Streak in the Market

It contains,
latest trading

Selasa, 08 September 2020

My Activity Part (MAP) 02

5

Waspada modus tipu-tipu ¹oknum penjual online shopping kemasan palsu pada online shopping: roti buat anak tapi ada gluten tak baik untuk bayi, susu kemasan yang di repackaged, produk curahan barang reject tanpa mencantumkan tanggal kadaluarsa, pembersih wajah palsu dijual bebas ²penjual Snack packaging and kiloan: mencampur produk kadaluarsa dengan produk bagus dalam 1kemasan ³tempat wisata tak sesuai realita: pantai Santolo pasir penuh sampah yang cenderung luka, toilet yang kebersihan nya memprihatinkan, dimintain uang tanpa karcis oleh oknum pungli, petugas dan penjaga terlibat penganiayaan oleh oknum pungli, konten kreator dianiaya oleh oknum pungli ⁴pungli liar di tempat wisata: bayar 2x sampai dipatok Rp 130ribu sampai Rp 500ribu

A. Is rather ugly, E. Is Flippery. Cis Gecko??
So, I telah perhaps gecko is something amazing, not like as same as PJ MASKS
The Who =  Wont Be fooled again, Baba O.Riley Who Are U
The Who - Won't Get Fooled Again (Shepperton Studios / 1978)
YouTube TheWhoVEVO
9 menit, 10 detik
11 Okt 2019

Jangan Rindu, Berat. Biar Aku Aja. Mjsd I, aku and Aja my closer friend in mineral village





UuU, I like I like Iiii Liiike this
Ketika itu di awalan 2016 an satu per satu murid mundur, kenapa mundur. Tak kuat, rindu. Makanya jangan rindu, berat. Biar aku aja.