Halaman terkuat di muka bumi

Rabu, 20 November 2024

Emang boyeh? 05

Carabao cup check🗿
Giving Help to the tutoring student. in elementary school.
Who am I? Who are they? Who were we? Who is it?
In Batam City, not at this city. Near at batu 5 bawah perumnas, you know seijang?Indonesia, 6th grade
At bengkel Las, Near Warung Sei Jang not warung chain
+3             Berikut adalah beberapa tragedi kecelakaan bus maut di Indonesia selama belasan tahun terakhir, yang dirangkum berdasarkan data dan berita yang beredar:Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana (Subang, 2024): Pada Sabtu, 11 Mei 2024, bus yang membawa rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, menewaskan 11 orang yang terdiri dari siswa, guru, dan warga setempat.Kecelakaan Beruntun Kediri (2026): Pada 23 Januari 2026, terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan Bus Harapan Jaya di Perempatan Muning, Jalan Semeru, Kota Kediri.Kecelakaan Bus Pariwisata di Sumedang (2018): Pada 10 Februari 2018, bus pariwisata yang mengangkut rombongan koperasi dari Tangerang Selatan mengalami kecelakaan di turunan Cicenang, Sumedang, mengakibatkan 27 orang tewas dan 18 orang luka berat.Kecelakaan Bus Parahyangan di Cimahi (2016): Tabrakan beruntun di Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Jawa Barat, melibatkan bus Parahyangan, menewaskan 9 orang termasuk sopir bus, yang diduga disebabkan oleh rem blong.Insiden Bus ALS (Berbagai Tahun): Antar Lintas Sumatera (ALS) tercatat beberapa kali mengalami insiden fatal dalam beberapa tahun terakhir.Kecelakaan Rombongan Siswa SMPN 3 Garut (2023): Bus pariwisata yang membawa rombongan SMPN 3 Garut bertabrakan dengan dua sepeda motor di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Ahad, 12 Februari 2023, yang mengakibatkan bus terguling dan menyebabkan korban jiwa.Kecelakaan Bus Rombongan SMPN 3 Depok (Tol Cipali, 2023): Bus yang membawa rombongan study tour SMPN 3 Depok menabrak bus di depannya di Tol Cipali pada 5 Oktober 2023, beruntung tidak ada korban jiwa.Beberapa insiden ini seringkali disebabkan oleh faktor rem blong, kehilangan kendali, serta kondisi kendaraan.

NewArs = Home the Gunners down 0-2
ArsNew = The Gunners down again 0-2
Arsenal out of the cup
TotLiv = The reds down 0-1
LivTot = The LilyWhites No score down
4-0
Liverpool faced the final


Sabtu, 19 Oktober 2024

beneran novel? Part 003 OwwhAduhowhhhadyuhouwhawwhdyuuh

Hari pertama Dilah magang di hotel BP tertanggal 1 Januari 2019. Kini Dilah yang setengah sadar, baru enak-enakan tahun baruan keliling Tanjungunggat, teluk keriting, sampai tepi laut yang ada logo Konoha di anime sono itu sejak 2016 lalu. Dilah yang masih bobo cantik itu dipanggil mamanya, "Lah, kamu kerja loh di BP. Ibu wali kelas mu wa mama. Katanya jangan lupa jam 8 udah aja di BP. Ibu pembimbing magang sama ibu wakil kelas disana absen orang-orang yang magang".

Dilah pun meracau, "M-ma? Ngantuk". Kini papanya gak sabaran marahin Dilah, "Kalau kata cepat, ya cepatan! Mau jadi apa kamu? Jadi gembel!". Kini Dilah pun tersadar dari bangunnya dan dia pun langsung ambil handuk langsung mandi. Sungguh jam 7 pagi yang gila, kemudian dia mengeluh, "Ugh, dasar mama, papa. Saya nih lagi haid. Ganggu saja ketenangan ku". Dia masih mengeluhkan sambil mengguyur badannya itu.

Kemudian dia mandi sambil mengoceh sana sini, "Tak tahu ya, saya habis jalan-jalan sama teman-teman semalam, saya belum juga lagi tidur nyenyak lagi, udah ganggu saja". Kini ocehannya semakin menjadi-jadi hingga setengah jam berlalu dia selesai dengan mandi paginya.

Tak sampai di kamarnya dia pun mengoceh tak kalah seperti kereta cepat Jakarta Surabaya itu, sambil ungkapkan kekesalannya via live tiktoknya, sehingga penggemar di dunia maya itu terheran-heran dibuatnya sambil memberikan giving thanks kepadanya itu. Akhirnya jam 7 lewat 35 menit dia udah siap dengan baju hotel hitam putihnya dengan kerudung hitam yang menempeli sanggulnya.

Papanya bilang dia, "Cepatlah! Papa mau ke pasar, beli barang masakan dapur, kamu juga disuruh wali kelas datang jam 8. Jangan manja lah? Cepatan!". Kini Dilah dengan helm putih tertanda Scoopy fi nya berangkat dengan papanya dengan helm hitam tertanda Honda itu.

Jam 8 pas, papa dan Dilah sampai di aula utama lobi hotel BP itu. Dilah dan temannya Sarah anak XI PH 1 itu dan 1 anak magang dari SMK swasta Pariwisata Bintan itu. Dilah tanyakan Sarah, "Ra, itu siapa?". Sarah tanyakan, "Lah. Saya tidak tahu. Coba kamu tanyakan saja lah". Kini Dilah dan Sarah fokus ikuti saran apa yang disampaikan guru pembimbing itu dan wanita di SMK swasta itu, masih menatap lain dari pandangannya.

Jam 8 lewat 15 menit, ibu pembimbing berdebat sengit dengan resepsionis itu, "Kenapa Bu? Anak didik saya tidak boleh pakai jilbab disini!". Ibu Fera, resepsionis hotel BP itu yang jaga bersama temannya ibu Nanda berusaha menengahi permasalahan tersebut, "Begini Bu, sudah regulasi dari atasan. Bos BP yang orang Chinese itu, memang perempuan itu berpakaian seperti orang Chinese. Jadi bisa dibilang bos kita anti sama perempuan yang berjilbab". Kini ibu Tari dan ibu Hari guru pembimbing skanda itu hanya menghela nafas berat dan bertanya kepada anak didiknya itu, "Dilah, Sarah. Kalian ikuti saja regulasi hotel ini. Tidak apalah tidak memakai jilbab. Toh ini magang 6 bulan aja loh. Nanti selesai dari ini, ibu akan bantu tingkatkan nilai raport magang kalian Juni nanti. Tetap semangat dan siap kerja ya, anak-anakku". Mereka berdua siap dengan senang hati dan wanita rival magangnya itu mengoceh sambil menyilangkan tangannya, "Cih! Dasar budak-budak mentahan. Bisa apa sih mereka?".

Jam setengah 9, ibu Nanda yang sebagai vice resepsionis itu menginstruksikan kepada ketiga magang hotel BP itu untuk bekerja sesuai dengan penempatannya, "Vera, kamu di lantai 2, kamar 201 sampai kamar 212. Dila kamu di lantai 4, kamar 401 sampai 413. Oh, dan kamu Sarah, kamu di lantai 6, kamar 601 sampai 609. Tugas kalian bersih-bersih kamar. Ingat, satu hal lagi. Jika ada customer di kamar itu, kalian skip cari kamar yang kosong untuk dibersihkan. Apa kalian mengerti?". Mereka bertiga menjawab, 'Siap. Dimengerti buk' dan akhirnya mereka bergegas ke tempat yang dipersiapkan.

(Di sisi Vera) dia kunjungi kamar 201, lalu dia main buka aja pintunya, tiba-tiba ia kaget sejadi-jadinya, ada 2 orang mesu* di hotel itu, sambil pakai pakaian alakadarnya, dan bapak muda itu teriak, "Dasar kau pel*kor ganggu saja kita yang lagi pacaran". Kemudian bapak muda itu melemparkannya bantal hotel yang cukup keras berisi kapuk itu tepat mengenai mukanya dan Vera jatuh begitu kerasnya sambil kepalanya terpentok lantai kasar itu. Kemudian dia menutup kamar 201 dengan penuh gemetar, dan dia pun menangis sejadi-jadinya sambil terduduk lesu di samping koridor samping kamar 201 dan 203 itu, "Kenapalah nasib ku seperti ini. Di kelasku, bapak ibu guru ku tidak memperhatikan ku, teman-teman ku menjauhiku. Hu-huu-hu-hu. Ma? Pa? Saya mau pulang, saya mau pulang".

(Di sisi Dilah) kini pun dia tertatih-tatih masuk ke koridor lantai 4 itu, walaupun dia sudah naik lift. Ternyata ada tangga kecil menuju koridor kamar 401 sampai 413 itu. Dengan nada mendesah rasanya, kini Dilah mengetuk kencang pintu 401, ternyata tidak ada tanggapan. Dilah main masuk saja ke ruang itu dan tanpa dia sadari, ruangan itu udah kaya habis dijarah para penyamun di Alibaba bujang lapok itu, siapa lagi kalo bukan piramli sama ajisatar itu. Ku melihat ada resi pemilik yang tidur di kamar itu (kebetulan itu namanya, kaya nama orang di vrindavan itu). Kemudian karena merasa risih, dia pakai kacamatanya, pakai masker untuk menutup bibirnya yang melok itu dan merapikan sanggulnya agar tidak terurai saat dia bekerja. Akhirnya yang ditakutkan itu kejadian juga. Saat dia bersihkan semua sampah ada banyak beberapa kecoa berterbangan di hotel itu dan dia teriak walaupun dia bermasker, "kyaaaaaaa, saya takut. Astaghfirullah Al adzhim. Ma? Pa? Tolong aku, tolonglah".

(Di sisi Sarah) dia pun sampai di lantai 6, entah kenapa dia melihat sosok lelaki, yang mirip dengan pacarnya Haras itu. Ku tanyakan, "Ras, ras. Itu kamu?". Kemudian lelaki itu berbalik dan dia pun kaget, "Maaf, saya salah orang". Kemudian dia pun pergi, tapi tak segampang itu lelaki itu gercep memeluk tubuh gadis itu sehingga ia meronta sejadi-jadinya, "bang. Tolonglah. Ini ditempat umum. Saya wajib kerja disini kalau tidak Bu Nanda bos saya marah nih". Kemudian lelaki itu menolak tegas dan menggodaku, "neng. Tak segampang itu, kau menolak ku. Tolonglah minta no WhatsApp kamu, sama Ig kamu. Kalau bisa nanti malam kita makan bareng yuk". Kini Sarah pun berjuang untuk melepaskan diri dari lelaki hidung belang yang belum aja ia kenal itu, dan lelaki itu semakin mendekati diriku itu.








Selasa, 15 Oktober 2024

Beneran novel part 002

 Mas-mas berdiri dan ku duduk membatu dan 15 menit kemudian. "Mau pesan apa," emak-emak usia 30an pakai daster bunga menanyaiku. Ku menoleh emak itu. Walaupun hatiku ini sedang melamun kan sesuatu hal.



"Nak, kamu mau makan apa?" Ucap emak emak yang seketika menghentikan lamunanku. "Oh, Bu. Saya mau tempe mendoan 2 sama es kosong satu," jawabku. Entah apa yang aku bilang es kosong? Teringat cerita gilaku melamunkan itu di 2003-2007 kala itu, "Momen gila pas kelas 6 SD," gumamku saat masih duduk adem ayem di warteg bahari lapak hijau dekat SMA negeri 21 Jakarta itu. Tiba-tiba 5 menit pun berlalu terdengar suara "ini pesanannya nak. Semuanya 6000". Ku ambil dari kantong baju SMP saya dan ternyata cuma 5000 edisi lama tertanda tahun 2009 dan hampir koyak. Ku malu bilang ke emak itu uangnya kurang seribu dan 2senior SMA 21 tuh dah berjalan pergi pakai motor Shogun nya dan dengan helm alakadarnya pergi meninggalkan ku di warteg itu. Ku tak tega bayar pake 1000 angklung itu masih baru-barunya logonya tahun 2010. Akhirnya egoku dikalahkan hari ini juga untuk membayar pesananku dan ku buru-buru kembali ke SMA negeri 21 Jakarta itu secepatnya karena hari itu juga hari Jumat dan sudah jam setengah 11 siang. Mesti mamaku mencari ku karena aku dah kelayapan selama ber jam-jam gegara lamunanku menenggelamkan diri ku. Ku langsung tanya aja tanpa permisi "Ma, gimana hasilnya," tanyaku. Mamaku menghela nafas panjang "Tunggu ya nak. Sabtu depan nanti keluar hasilnya". Akhirnya mamaku dan aku pulang dengan mengendarai motor kharismanya tahun 2002 dan tancap gas langsung menuju rumah.


...


Hari yang ditunggu juga akhirnya datang. Saatnya sekeluarga makan bareng di jam 7 pagi. Ada yang berbeda dari papaku saat sebulan yang lalu sudah resign dini dari perusahaan terkenal seantero Sudirman Raya. Kantor Indosat namanya. Dan sepertinya papaku hanya baca koran Jakarta post aja, nonton tv, buka YouTube saja dan sepertinya rebahan saja di rumah yang sepertinya agak mewah di kampung ku, kampung Ambon. Mang masih sejam setengah lagi pengumuman nya, ku sepertinya mau kebelet buang air kecil dan mamaku mengizinkan ku seraya memanaskan motor kharismanya itu. Kedua adikku masih kecil kecil dan yang besar baru naik ke kelas 6 SD lagi menonton film Doraemon edisi tahun 2009 yang diulang lagi setiap 3 bulan sekali. Tiba-tiba saat ku buka pintu kamar mandi, ku nyalakan lampu, ku teriak sejadi-jadinya "kyaaaaaaa aaah". Mamaku saat ditengah menghidupkan motor kharismanya langsung berlari ke arah suara itu dan ku menggigil ketakutan tergopoh-gopoh keluar kamar mandi itu. 5menit kemudian adikku yang paling besar mengipasi tubuhku dan ku linglung duduk di sofa keluarga. "Ada apa bang," Dillah adikku menjawab. Mamaku bingung, papaku pusing lihat tingkah ku."i-i-itu tuh di-i-i ka-mar mandi tuh," ku terbata bata menjawabnya. Ku tak mau dibilang saya cupu karena ku melihat 25 kecoa berenang di bak mandi pas aku pergi mengambil gayung mandi itu. Biarlah semua berlalu dan akan menjadi mimpi burukku seumur hidup ku. Saat itu juga mamaku mematikan segera motor kharismanya. Waktu menunjukkan pukul 8 tepat dan mamaku langsung memanggil ku, "cepat nak, siapin tas mu dan langsung berangkat". Ku mengiyakan dan langsung berangkat ke sekolah SMA itu. Dan ternyata benar 20 menit kemudian suasana semakin padat merayap dan terpaksa mamaku parkir kan motor kharismanya ke kantor lurah itu dan berjalan 200 meter lagi ke pintu samping SMA itu. Banyak orang termasuk gadis-gadis SMP itu menentukan nasibnya apakah diterima atau tidak. Setelah 20 menit berlalu saat mereka dan orangtuanya sibuk dengan urusan masing-masing dan mamaku sibuk meladeni apa yang ditelepon nya aku melihat ada secarik kertas yang ditempelkan di ruang belakang kelas dan ku melihat dari 25 yang lulus seleksi masuk SMA negeri 21 ada namaku tertulis di sana yang terpampang nama Arin Kuniawan lulus di peringkat 22. Rasaku seperti dak dik Duk serr dan tak menyangka saya lulus. Kalo ini mulut bisa ku buka selebar-lebarnya aku bisa teriak sekencang-kencangnya hingga dunia tak perlu mendengar apa yang ku bicarakan. Tapi egoku kutahan dan ku tunjukkan ke mamaku soal berita itu dan mamaku yang tadi menelpon akhirnya mengakhiri percakapan nya. "Mama lihat nih, saya lulus, saya lulus !!!" Jawabku. Tapi, mamaku terdiam dan ku mencium bau tak sedap nih dari raut wajah mamaku. "Ayo kemaskan barang dan kita semua pulang ke ujung batu," jawab mamaku. Tuh kan pasti itu dia pemicu nya. Ku gak terima dan mengumpat sejadi-jadinya, mamaku langsung pergi dan aku masih ada api gejolak di dadaku. Tiba-tiba ada batu lonjong di kaki kananku ku ambil dan seperti yang seharusnya di sana ada area jalan raya yang luas untuk menjadi alat pelampiasan ku. Ku gak terkendali lagi langsung ku lempar batu itu sekencang-kencangnya dan astaga itu kena di helm pak ojek dan hampir melukai penumpang emak dibelakang nya dan aku tiba-tiba sembunyikan tanganku. Tapi nahasnya itu terdengar di telinga mamaku dan berteriak "Apa itu tadi!". Ku diam dan seolah-olah bergumam sendiri.


...


Sebulan berlalu, dan sekeluarga masuk ke mobil Avanza merah marun langsung meninggalkan rumah idaman saat SMP itu dan kedua motor yakni kharismanya dan Mio Soul edisi 2008 dititipkan ke Mbah Icha dan bang Imam yang ternyata mau tunangan di tahun 2012 sama entah siapa yang ia suka. Adik besarku Dillah sampai menangis tersedu-sedu tak rela sahabat nya ditinggal pergi dan terdengar teriakan dari Icha bilang ke Dillah "Dillah, jangan lupa receive LINE aku yah, pin BB kamu, dan jangan lupakan aku. We, i and you forever together". Ku melamun melihat tingkah mereka berdua dan langsung berangkat pergi. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam harus berangkat saat itu juga.


...


Hari pertama berlalu jam 3 pagi, pelabuhan merak Banten belum buka, kami sekeluarga istirahat sebentar di rest area 66 tol Jakarta merak Banten. Jam 5 subuh, sholat subuh dulu di Pertamina merak Banten, beli camilan, isi minyak premium 25liter lengkap langsung gas 2 kilometer lagi baru sampai pelabuhan Roro merak Banten. Jam 7 pagi setelah sekian berlalu akhirnya berangkat dan jam 10 siang sampai di pelabuhan Bakauheni Lampung. Jam 11 siang ke pusat oleh-oleh khas Lampung Selatan dan ada gedung mahkota yang ciamik sangat. Jam 1 siang sholat Zuhur dan rasanya ngantuk ingin sekali tidur di mobil dan ...


...


Senin, 14 Oktober 2024

Beneran novel?


 Jiwaku yang bersedih //  Deskripsi Arin 

Balasan (baik bagi) pelaku kebajikan 

...


2013


Suatu hari seorang bocah ingusan 16 tahun duduk di kelas 2 SMA tidak menyangka beberapa semester sebelumnya dia selalu mendapatkan peringkat 3 terbaik. Kala itu 2013 di semester 3 dia menetapkan peringkat terbaik di kelasnya. Tapi semuanya itu berubah saat ia mengumpat satu kata p*ntek itu kata yang iya ucapkan dan semuanya berubah seketika saat itu juga. "Woy Arin. Ngapain sih kamu ngomong carut di depan guru sejarah terbaik di kelas XI IPA 2 ini," Seketika suara Rian itu pun meninggi. Saat itu juga kelas XI IPA 2 kini berubah menjadi pentas neraka gegara satu kata carut yang membuat seisi kelas tersebut menjadi jengkel. Dan gara-gara perkataan tersebut kini aku telah menjadi bumerang Api yang menyakiti hati orang termasuk guru sejarah terbaik di kelasku Pak Dahlan. Bahkan Miarti, pacarku menyadari apa yang aku lakukan.


...


Pak Dahlan guru sejarah ku memanggilku. "Sini maju ke depan. Bapak mau bicara sama kamu". Kini saat mendengar suara guru killer itu membuat kaki saya seperti menggigil, tubuhku terasa panas dingin seketika dan rasanya saya duduk disamping Miarti yang ada di sebelah ku terasa berbeda. Ku coba beranikan diri untuk maju ke depan berasa belasan meter jaraknya bikin hatiku dak dik Duk serr dibuat nya dan Miarti duduk di sebelahku hanya mematung melihat cara berjalanku yang terasa aneh ini.


...


Terdengar suara di kejahuan "dasar p*ntek kau Arin". Biarlah aku terima suara si Nofri yang jengkel melihat wajah sombong ku. Mang saya selaku wakil ketua kelas XI IPA 2 tidak ada kontribusinya sama sekali dibandingkan si Nofri ketua kelas ku yang kini duduk bersebelahan dengan si Rensi yang ternyata acuh tak acuh melihat ku. Mang itu terjadi setahun terakhir Nofri dan Rensi ialah dua remaja idola Smansa Juba dan sudah setahun terakhir mereka selalu bersama dan dia tinggal tak berjauhan si Nofri tinggal di kampung ngaso dan si Rensi tinggal di kampung syuhada batu 3 Juba. Aku gak iri dengan mereka karena aku dan Miarti katanya duduk bersama setelah beberapa hari terakhir dan kini rasanya seperti abu-abu campur aduk dibuatnya.


...


Kini yang duduk dekat meja guru meneriaki ku. "woy cepat. Gurunya sudah manggil. Dah 3 menit nih. Guwe dan teman-teman guwe mau belajar. Gak kaya Lo bocah ingusan". Kini belasan meter pun telah ku lalui tinggal beberapa centimeter lagi menuju tatapan mata guru killer ini. Saya bergumam, "Andai saja aku tidak mengucapkan kata itu. Aku gak jadi kaya gini, dan di permalukan seisi kelas XI IPA 2 ini, semoga saja ini menjadi kesalahan terakhir ku dan Miarti," kini hatiku merasakan kesakitan yang nyata dan itulah kekurangan dari diriku. Dan semoga mereka tidak mengetahui bahwa aku ini orang yang seperti cacat mental, seperti layaknya zombie berjalan di siang bolong. Untung kalau bukan karena Miarti aku tak seliar ini. Ku tutup mataku dan inilah pengalaman jiwa yang bersedih dari diriku. "Miarti oh Miarti, tolong bantu aku," gumam ku.


...


Smansa Juba namanya sudah tidak asing lagi di mana mana. Kala itu di 1989 mamaku Indri adalah gadis kampung SMA negeri 1 Juba nama Smansa Juba dulu di 90an. Mamaku mang orang yang kecerdasan nya rata-rata dan ia hanya sekali mendapatkan hasil 60 di pelajaran matematika ebtanas di sekolah nya. Kala itu Smansa Juba dulu zaman Mama saya hanya ada 6 lokal di 3 kelas yang berbeda yakni A dan B. Mamaku pernah masuk kelas 1A di 1989, dia pernah masuk di kelas 2B di 1990 dan kelas 3A di 1991. Dia lulus dengan nilai sempurna dengan nilai rata-rata ujian ebtanas nya di kisaran 66. Itu menurutku hasil terbaik dengan nilai peringkat C atau B minus kala itu. Mang mamaku itu didik cukup keras oleh nenekku Mbah Nuriyah yang kerjanya adalah petani rempah-rempah di kampung Juba. Aku dan mamaku tinggal di kampung yang sama yaitu di kampung RK harapan batu 1 dan di sebelah nya ada sekolah SMP 1 Juba yang berdiri nya agak mewah di tempatku sejak pindah bersama orang tua ku, papaku, mamaku dan kedua adik kandung ku sejak 2011 akhir bulan ke7. "Aku merasa ini semua pengkhianatan buat diriku" omelku kala itu saat pertama kali sampai di kampung entah berantah di Juba itu.


...


Entah kenapa aku menjadi berpikiran pendek itu semua gegara 2 bulan yang lalu. Aku mendapatkan hasil terbaik di UN SMP negeri 74 Jakarta dengan nilai rata-rata UN dan UAS yakni UN dengan rata-rata 77,68 dan UAS dengan rata-rata 86,78 dan mamaku mencoba masuk ke SMA terbaik ku di dekat kelurahan tempat ku tinggal di Jalan balok 15 kampung Ambon yakni SMA negeri 21 Jakarta. Aku ikuti langkah langkah yang saya lihat di brosur penerimaan PPDB SMA negeri 21 Jakarta yang cuma selembar kertas putih saja dan mamaku sibuk tanya-tanya gimana sih prosedurnya. Kini aku membung ludah "cihh, buang-buang waktu saja," gumam ku. Kini aku lihat aula lapangan SMA negeri 21 Jakarta yang membuat ku terpana "Masya Allah ini sekolah atau perguruan tinggi yah. Besar amat,". Kini suara perutku keroncong an"peruutt" ku memegang perutku yang kratak krutuk rasanya. Tapi di sisi lain aku ini malu bocah gendut dengan berat badan 70 kg tak sesuai dengan umurku 14 tahun yang super chubby ini kaya choji di serial anime Naruto itu. Ku melihat warung berwarna hijau di sebelah sekolah SMA negeri 21 Jakarta dan ku sudah di luar pagar hitam sekolah yang sudah kaya sekolah di Chicago, Georgia atau di Manhattan sana itu. Mang imajinasi ku terlalu imajiner sekali dan kenapa aku tiba-tiba sok tahu tentang ketiga big city tersebut. Apakah itu karena YouTube atau karena gara-gara Qurrata Ayyun, gadis berkerudung putih yang cantik ayu di sekolah SMP negeri 74 Jakarta idola beberapa cowok muslim tuh. Emang dia pemalu dan ternyata dia sepupuku entah dari pihak mamaku atau dari pihak papaku dan semoga saya tidak terlalu sering jatuh cinta dengannya karena aku ini superlah begok nya. Ku masuki kedai itu ternyata ada warteg yang anehnya kog berwarna hijau, di dekat rumahku dekat pasar Ampera kampung Ambon juga ada warteg warnanya putih, kuning dan bahkan abu-abu lagi. Ku masuk saja kedai tersebut dan ternyata ada 2 senior SMA Negeri 21 Jakarta disana.