Halaman terkuat di muka bumi

Selasa, 15 Oktober 2024

Beneran novel part 002

 Mas-mas berdiri dan ku duduk membatu dan 15 menit kemudian. "Mau pesan apa," emak-emak usia 30an pakai daster bunga menanyaiku. Ku menoleh emak itu. Walaupun hatiku ini sedang melamun kan sesuatu hal.



"Nak, kamu mau makan apa?" Ucap emak emak yang seketika menghentikan lamunanku. "Oh, Bu. Saya mau tempe mendoan 2 sama es kosong satu," jawabku. Entah apa yang aku bilang es kosong? Teringat cerita gilaku melamunkan itu di 2003-2007 kala itu, "Momen gila pas kelas 6 SD," gumamku saat masih duduk adem ayem di warteg bahari lapak hijau dekat SMA negeri 21 Jakarta itu. Tiba-tiba 5 menit pun berlalu terdengar suara "ini pesanannya nak. Semuanya 6000". Ku ambil dari kantong baju SMP saya dan ternyata cuma 5000 edisi lama tertanda tahun 2009 dan hampir koyak. Ku malu bilang ke emak itu uangnya kurang seribu dan 2senior SMA 21 tuh dah berjalan pergi pakai motor Shogun nya dan dengan helm alakadarnya pergi meninggalkan ku di warteg itu. Ku tak tega bayar pake 1000 angklung itu masih baru-barunya logonya tahun 2010. Akhirnya egoku dikalahkan hari ini juga untuk membayar pesananku dan ku buru-buru kembali ke SMA negeri 21 Jakarta itu secepatnya karena hari itu juga hari Jumat dan sudah jam setengah 11 siang. Mesti mamaku mencari ku karena aku dah kelayapan selama ber jam-jam gegara lamunanku menenggelamkan diri ku. Ku langsung tanya aja tanpa permisi "Ma, gimana hasilnya," tanyaku. Mamaku menghela nafas panjang "Tunggu ya nak. Sabtu depan nanti keluar hasilnya". Akhirnya mamaku dan aku pulang dengan mengendarai motor kharismanya tahun 2002 dan tancap gas langsung menuju rumah.


...


Hari yang ditunggu juga akhirnya datang. Saatnya sekeluarga makan bareng di jam 7 pagi. Ada yang berbeda dari papaku saat sebulan yang lalu sudah resign dini dari perusahaan terkenal seantero Sudirman Raya. Kantor Indosat namanya. Dan sepertinya papaku hanya baca koran Jakarta post aja, nonton tv, buka YouTube saja dan sepertinya rebahan saja di rumah yang sepertinya agak mewah di kampung ku, kampung Ambon. Mang masih sejam setengah lagi pengumuman nya, ku sepertinya mau kebelet buang air kecil dan mamaku mengizinkan ku seraya memanaskan motor kharismanya itu. Kedua adikku masih kecil kecil dan yang besar baru naik ke kelas 6 SD lagi menonton film Doraemon edisi tahun 2009 yang diulang lagi setiap 3 bulan sekali. Tiba-tiba saat ku buka pintu kamar mandi, ku nyalakan lampu, ku teriak sejadi-jadinya "kyaaaaaaa aaah". Mamaku saat ditengah menghidupkan motor kharismanya langsung berlari ke arah suara itu dan ku menggigil ketakutan tergopoh-gopoh keluar kamar mandi itu. 5menit kemudian adikku yang paling besar mengipasi tubuhku dan ku linglung duduk di sofa keluarga. "Ada apa bang," Dillah adikku menjawab. Mamaku bingung, papaku pusing lihat tingkah ku."i-i-itu tuh di-i-i ka-mar mandi tuh," ku terbata bata menjawabnya. Ku tak mau dibilang saya cupu karena ku melihat 25 kecoa berenang di bak mandi pas aku pergi mengambil gayung mandi itu. Biarlah semua berlalu dan akan menjadi mimpi burukku seumur hidup ku. Saat itu juga mamaku mematikan segera motor kharismanya. Waktu menunjukkan pukul 8 tepat dan mamaku langsung memanggil ku, "cepat nak, siapin tas mu dan langsung berangkat". Ku mengiyakan dan langsung berangkat ke sekolah SMA itu. Dan ternyata benar 20 menit kemudian suasana semakin padat merayap dan terpaksa mamaku parkir kan motor kharismanya ke kantor lurah itu dan berjalan 200 meter lagi ke pintu samping SMA itu. Banyak orang termasuk gadis-gadis SMP itu menentukan nasibnya apakah diterima atau tidak. Setelah 20 menit berlalu saat mereka dan orangtuanya sibuk dengan urusan masing-masing dan mamaku sibuk meladeni apa yang ditelepon nya aku melihat ada secarik kertas yang ditempelkan di ruang belakang kelas dan ku melihat dari 25 yang lulus seleksi masuk SMA negeri 21 ada namaku tertulis di sana yang terpampang nama Arin Kuniawan lulus di peringkat 22. Rasaku seperti dak dik Duk serr dan tak menyangka saya lulus. Kalo ini mulut bisa ku buka selebar-lebarnya aku bisa teriak sekencang-kencangnya hingga dunia tak perlu mendengar apa yang ku bicarakan. Tapi egoku kutahan dan ku tunjukkan ke mamaku soal berita itu dan mamaku yang tadi menelpon akhirnya mengakhiri percakapan nya. "Mama lihat nih, saya lulus, saya lulus !!!" Jawabku. Tapi, mamaku terdiam dan ku mencium bau tak sedap nih dari raut wajah mamaku. "Ayo kemaskan barang dan kita semua pulang ke ujung batu," jawab mamaku. Tuh kan pasti itu dia pemicu nya. Ku gak terima dan mengumpat sejadi-jadinya, mamaku langsung pergi dan aku masih ada api gejolak di dadaku. Tiba-tiba ada batu lonjong di kaki kananku ku ambil dan seperti yang seharusnya di sana ada area jalan raya yang luas untuk menjadi alat pelampiasan ku. Ku gak terkendali lagi langsung ku lempar batu itu sekencang-kencangnya dan astaga itu kena di helm pak ojek dan hampir melukai penumpang emak dibelakang nya dan aku tiba-tiba sembunyikan tanganku. Tapi nahasnya itu terdengar di telinga mamaku dan berteriak "Apa itu tadi!". Ku diam dan seolah-olah bergumam sendiri.


...


Sebulan berlalu, dan sekeluarga masuk ke mobil Avanza merah marun langsung meninggalkan rumah idaman saat SMP itu dan kedua motor yakni kharismanya dan Mio Soul edisi 2008 dititipkan ke Mbah Icha dan bang Imam yang ternyata mau tunangan di tahun 2012 sama entah siapa yang ia suka. Adik besarku Dillah sampai menangis tersedu-sedu tak rela sahabat nya ditinggal pergi dan terdengar teriakan dari Icha bilang ke Dillah "Dillah, jangan lupa receive LINE aku yah, pin BB kamu, dan jangan lupakan aku. We, i and you forever together". Ku melamun melihat tingkah mereka berdua dan langsung berangkat pergi. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam harus berangkat saat itu juga.


...


Hari pertama berlalu jam 3 pagi, pelabuhan merak Banten belum buka, kami sekeluarga istirahat sebentar di rest area 66 tol Jakarta merak Banten. Jam 5 subuh, sholat subuh dulu di Pertamina merak Banten, beli camilan, isi minyak premium 25liter lengkap langsung gas 2 kilometer lagi baru sampai pelabuhan Roro merak Banten. Jam 7 pagi setelah sekian berlalu akhirnya berangkat dan jam 10 siang sampai di pelabuhan Bakauheni Lampung. Jam 11 siang ke pusat oleh-oleh khas Lampung Selatan dan ada gedung mahkota yang ciamik sangat. Jam 1 siang sholat Zuhur dan rasanya ngantuk ingin sekali tidur di mobil dan ...


...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar